Jumat, 10 April 2009

“SUARA ALAM” - Inovasi Pembelajaran Biologi Dengan Kalimat Bercerita

Sudah menjadi asumsi umum bahwasanya Biologi lebih menitikberatkan pada proses hafalan daripada upaya mengenali makhluk hidup dan alam.

Tidak bisa dipungkiri bahwa dibanding dengan ilmu eksakta yang lain, Biologi dominan dengan materi-materi hafalan. Padahal jika ketrampilan proses lebih ditonjolkan, maka Biologi menjadi ilmu yang penuh dengan penalaraan dan logika. Karena sebagai salah satu dari kelompok ilmu eksakta, Biologi juga tidak terlepas dari logika "sebab-akibat.”

Karena adanya stereotif inilah yang membuat Biologi sebagai ilmu”banci”, tidak menantang dan kurang greget. Padahal kalau kita mau sedikit bersusah payah memutar otak, mengubah mindset pengajaran, Biologi justru akan menjadi ilmu yang betul-betul “menggugah selera” siswa untuk selalu ingin tahu tentang alam dan lingkungannya.

ALAM Sebagai Laboratorium Raksasa Biologi

Salah satu cara untuk membuat pembelajaran Biologi menjadi “menantang” adalah dengan membuat lingkungan/alam di sekitar kita sebagai media belajar yang tidak pernah habis.

Sebagai contoh : saat kita menyampaikan materi tentang alat perkembangbiakan tumbuhan, tanyalah kepada siswa :

a. Mengapa bunga (jangan sebutkan mahkota) mempunyai warna yang bermacam-macam ? Apakah itu sebuah kebetulan atau ada tujuan tertentu tentang penciptaannya ? Ajaklah siswa untuk mengamati kebun bunga atau berilah siswa berbagai macam bunga dengan warna yang berbeda-beda. Suruhlah beberapa siswa memilih bunga mana yang paling menarik bagi mereka (jangan tanyakan bunga yang mereka sukai.......karena jangan-jangan jawaban mereka melenceng pada bunga bank....... ). Tanyakan mengapa mereka memilih bunga tersebut (pandulah agar siswa memilih bunga dengan warna yang mencolok). Kalau manusia tertarik pada bunga tersebut, tanyakan apakah serangga atau hewan juga melakukan hal yang sama ? (barulah bimbing mereka menyimpulkan fungsi warna pada mahkota bunga).

b. Mintalah siswa atau anda siapkan berbagai macam tangkai saari beserta benang sarinya. Ajaklah siswa untuk memberikan pendapat hubungan antara berbagai macam benang sari dengan cara penyerbukannnya

c. Dan sebagainya...........................

Kalimat Cerita

Jika kita telah selesai mengidentifikasi sifat, fungsi, dan ciri dari berbagai jenis bunga kaitannya dengan proses penyerbukannya, buatlah data tersebut kemudian ajaklah siswa untuk membuat data-data tersebut bernyanyi atau bercerita utuk mereka.

Sebagai contoh :

Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin : a. serbuk sari banyak, kecil, dan ringan b. serbuk sari lengket c. tangkai sarinya panjang berupa malai d. kepala sari menggantung

Nah, ciri-ciri tersebut dapat kita rangkai menjadi sebuah cerita dari “SUARA ALAM” sebagai berikut..........

a. Di negeri angin banyak bunga yang bisa terbang. Bunga itu mempunyai serbuk sari yang sangat lengket. Bentuknya kecil, ringan, dan jumlahnya banyak. Serbuka sarinya menggantung pada sebuah tangkai sari yang panjang.

A t a u...................

b. Banyak sekali bunga yang tertiup oleh angin. Lihatlah ternyata serbuk sarinya lengket. Oiiii.........lucunya. Bentuknya kecil, ringan, tapi jumlahnya banyak. Mereka terlihat rukun sehingga menggantung bersama di tangkai sari yang berleher panjang.

(Ingatlah teori Hal-hal yang mudah diingat di buku “Quantum Teaching/Learning”-nya Bobbi de Porter dan buku “Super Genius Memori”-nya Irwan widiatmoko)

.

1 komentar:

Abednego mengatakan...

yupz, karena hafalan jadi harus banyak membaca..