Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa rang yang paling penting di sekolah adalah siswa, guru hanyalah seorang “pembantu” atau fasilitator (Heinz Kock.1981).
Hasil belajar yang optimal akan dapat diperoleh oleh siswa jika berada di lingkungan belajar yang positif secara fisik, emosi, dan sosial. Lingkungan yang tenang sekaligus dapat menggugah semangat, adanya rasa keutuhan, keamanan, minat, dan kegembiraan disertai keterlibatan pebelajar secara penuh dan aktif serta mengambil tanggung jawab penuh atas usaha belajarnya sendiri, ada kerjasama antar individu, dan adanya variasi belajar yang memungkinkan siswa untuk memanfaatkan seluruh indra dan menerapkan gaya belajar yang disukainya.
Proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kemampuan otak dalam menangkap, memproses, dan menganalisa informasi. Bila pembelajaran mampu menggabungkan kinerja dua belahan otak, maka siswa akan memperoleh hasil belajar yang optimal.
Salah satu metode untuk mengoptimalkan kerja kedua belahan otak tersebut, maka piktogram dapat dijadikan sebagai salah satu alternatifnya.
Apakah Piktogram itu ?
Piktogram adalah pencatatan informasi yang menggabungkan kata-kata dengan citra, baik yang berupa pemandangan, suara, bau, rasa dana sebagainya. Bentuknya bisa berupa grafik, metafora, benda fisik, cerita, maupun kiasan mental.
Alat dan bahan yang perlu kita siapkan adalah : kertas tebal (manila, karton, atau kertas bekas kalender) lem, spidol warna-warni.
Bagaimana proses/prosedurnya ?
Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah membuat perancangan pembelajaran. Tentukan tema/materi yang akan kita bahas.
Buatlah beberapa kelompok terdiri 4 siswa. Masing-masing kelompok tentukan materi yang akan dibahas. Berdasar pembagian materi tersebut, tiap kelompok mintalah membuat rancangan pokok-pokok materi yang akan dibuat piktogram.
Mintalah masing-masing kelompok untuk menyusun piktogramnya.
Setelah itu lakukan beberapa skenario seperti :
1. Pamerkan piktogram tiap kelompok di depan kelas. Mintlah tiap anggota kelompok untuk mengomentari atau merumuskan beberapa pertanyaan berdasar piktogram kelompok lainnya.
2. Mintalah masing-masing kelompok untuk mempresentasikan piktogramnya, dan bimbinglah kelas melakukan diskusi.
3. Rancanglah kelas seolah-olah melakukan tour ilmiah, dengan meminta setiap kelompok mempresentasikan piktogramnya. Ini sama dengan skenario kedua, hanya saja semua piktogram telah ditempel di tempat yang dipilih oleh masing-maisng kelompok. Mintalah setiap kelompok menunjuk seorang wakil untuk menjadi seorang ”ilmuwan” yang bertugas menjelaskan / mempresentasikan piktogramnya kepada ”peserta tour” (yaitu anggota kelas yang tidak bertugas sebagai ”ilmuwan”). Untuk mengurangi tingkat stress ”ilmuwan”, mereka boleh menunjuk seorang ”asisten” dari kelompoknya. Sedang anggota kelas yang lain bertindak sebagai peserta tour yang boleh mengajukan pertanyaan, sanggahan, ataupun dukungan kepada sang ”ilmuwan” dan ”asistennya.”