Sebentar lagi awal tahun ajaran baru segera dimulai. Banyak persiapan yang musi dilakukan tidak hanya oleh guru tapi juga orang tua dan siswa. Tentunya akan banyak dijumpai hal-hal baru bagi mereka yang naik ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Yang utama pastilah tetek bengek segala ubo-rampe sekolahan mulai dari tas, sepatu, seragam dan buku-buku semuanya pasti baru. Namun ada satu hal yang seharusnya juga menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai semangat menggebu para siswa baru ini perlahan padam dan sirna karena kesalahan kita sebagi guru maupun orang tua dalam mendeteksi potensi tersembunyi anak.
Sudah seharusnya - mulai sekarang - kita memandang setiap anak, setiap individu adalah pribadi-pribadi unik yang mempunyai kecerdasannya masing-masing. Sudah bukan jamannya lagi kita hanya mendewakan kecerdasan akademik (IQ) yang terbukti tidak mampu mendeteksi kesuksesan seseorang. Bukankah kita sering melihat teman, saudara atau tetangga yang kecerdasan IQ-nya sedang-sedang saja tapi mampu mencapai kesuksesan dalam kehidupan.
Sesuai penelitian mutakhir oleh Dr Howard Gardner, bahwa setiap individu memiliki beragam kecerdasan yang tidak hanya kecerdasan kognitif saja. Kecerdasa-kecerdasan ini lazim disebut dengan MULTIPLE INTELLIGENCE atau kecerdasan majemuk/berganda. Mengembangkan kecerdasan majemuk anak merupakan kunci utama untuk kesuksesan masa depan depan anak.
Apa itu kecerdasan majemuk ?…
Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.
Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?
Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik. Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.
8 Jenis Kecerdasan
Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi :
1. Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
2. Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
3. Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
4. Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
5. Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
6. Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
7. Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
8. Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.
Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol. Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika.
Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu dan juga guru HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.
1 komentar:
tmbah lagi pengetahuanku......makasih
Posting Komentar